.:: RSUD Kab. Lombok Utara ::. Cerita Bocah 9 Tahun di KLU Rawat Ibunya yang Sakit Parah
Cerita Bocah 9 Tahun di KLU Rawat Ibunya yang Sakit Parah

RSUD Kab. Lombok Utara, mulai isi Blog disini..

Cerita Bocah 9 Tahun di KLU Rawat Ibunya yang Sakit Parah

Bahrul Fawait (kanan) saat didampingi Ibu dan Adiknya

kicknews.today – Di media sosial Facebook, belakangan ramai membicarakan postingan seorang bocah yang mengantar ibunya berobat ke RSUD Tanjung, Lombok Utara. Anak tersebut membonceng sang ibu menggunakan sepeda motor. Usut punya usut, bocah yang fotonya viral ini diketahui bernama Bahrul Fawait (9).

Bahrul Fawait merupakan anak pertama Fatimah yang saat ini sedang menderita penyakit gagal ginjal. Warga Dusun Niur Setinggi, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga itu setahun belakangan mesti bolak balik ke RSUD. Ia harus menjalani cuci darah paling tidak 2 kali dalam seminggu. Perceraian kedua orang tua Fawa, ditambah tak ada keluarga terdekat, mau tak mau membuat bocah itu bertanggungjawab akan nasib sang ibu. Hal ini terungkap saat kicknews.today berkunjung ke kediamannya, Rabu (6/2).

“Ingin lihat ibu sembuh. Karena dia yang besarin kami,” katanya polos.

Fawa tak merasa takut saat mengantar ibunya menggunakan sepeda motor. Meski ukuran sepeda motor dua kali lebih desar dari badannya, ketika siang maupun malam tat kala kondisi Fatimah memburuk, siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar ini tanpa takut memacu motornya. Para guru ditempat ia menimba ilmu rupanya juga memaklumi kondisi yang dialami Fawa.

“Kalau antar ibu (ke RSUD Tanjung) biasanya ngak sekolah,” ucapnya.

Fatimah tinggal di rumah bedeq dengan kedua anaknya beserta Ayahnya yang sudah renta. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ayah Fatimah setiap hari pergi menggarap kebun. Ia sendiri sudah dua kali menikah, namun bahtera rumah tangga yang ia bina tak pernah bertahan lama.

Dalam pernikahan pertama dengan pria asal Bima, ia dikarunia Bahrul Fawait. Sementara di pernikahan keduanya, ia dikaruniai Aqilah Aizahra (4). Sejatinya ia bukan tak paham dengan kondisi sang anak, hanya sebab sudah tidak ada yang bisa diandalkan maka Fawa menjadi satu satunya harapan.

“Pernah malam malam jam 12 mau ke sana, kondisi saya lemas mau pakai ambulans desa tapi tidak bisa katanya. Saya tanya Fawa bisa pakai motor malam nak, dia bilang ayo saja bu,” tutur Fatimah.

Dirinya mengatakan, setelah menjalani cuci darah di Hemodialisa RSUD Tanjung kondisinya semakin membaik. Yang tadinya bahkan berdiri saja tak sanggup, kini dia bisa sedikit beraktivitas. Saat ditanya perihal pelayanan di rumah sakit, Fatimah mengaku baik. Hal itu lantaran petugas selalu memperhatikan pun menyambutnya sebagaimana perlakuan ke pasien lain

“Agak ringanan kalau sudah dari sana. Ini bisa cuci piring sudah bagus, biasanya tidur saja. Fawa juga seneng biasanya main-main sama perawat di rumah sakit. Jadi siapa yang bilang saya meninggal itu tidak benar,” terangnya sembari menampik issue dirinya sudah meninggal.

 

“Kita diperhatiin bahkan sampai di antar pulang kalau Fawa capek bawa motor,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang perawat di Ruang Hemodialisa RSUD Tanjung Faizah mengaku, pelayanan di rumah sakit daerah tidak membeda-bedakan para pasien. Namun, untuk Fatimah sendiri lantaran tidak ada keluarga pihak rumah sakit tak jarang mengurus administrasi pengobatannya.

“Jadwalnya itu reguler hari Rabu dan Sabtu. Kalau Fawa akrab (dengan perawat lain) di sini, saya lihat mandiri. Dia ambil obat sendiri, ke apotik sendiri, tapi kita tetap layani sediakan,” bebernya.

Faizah merasa kagum dengan apa yang dilakukan Fawa. Ia berharap kondisi Fatimah semakin membaik sehingga bisa melihat sang buah hati tumbuh besar.


Copyright © 2019. RSUD Kab. Lombok Utara | Online: 1 | Hits: 33 / 24862